Meliana Syawalia Blog

Influencer Marketing

Blogger promoting product or service in social media vector illustration. Potential product consumer following influencer advice. Online engagement communication business, influence marketing

INFLUENCER MARKETING; PENGERTIAN, JENIS-JENIS, DAN PLUS-MINUS DI DUNIA EKONOMI DIGITAL

Apa yang ada di pikiran kalian ketika kalian mendengar kata-kata influencer? Dan apa hubungannya dengan digital marketing?

Ya, kalian benar, influencer adalah seseorang atau sekelompok yang mampu mempengaruhi (to influence) orang lain dan masyarakat luas untuk melakukan sesuatu yang diinginkan atau yang sedang dilakukan oleh sang influencer lewat media sosial yang mereka miliki. Biasanya influencer memiliki basis pengikut/follower yang banyak, sehingga hal inilah yang menjadikan dasar bagi sang influencer untuk bisa menjadi wadah dalam menerapkan digital marketing yang dinilai cukup ampuh bagi para pelaku usaha/bisnis.

Influencer marketing di zaman perekonomian digital ini terlihat cukup marak digunakan sebagai strategi digital marketing dari para pelaku usaha/bisnis/penyedia jasa. Perilaku masyarakat di era digital seperti ini juga yang mempengaruhi lahirnya para influencer marketing, karena masyarakat sudah kurang bahkan tidak suka menyaksikan iklan di layar televisi, spanduk, baliho, atau bahkan ditawarkan secara langsung oleh sang marketer. Semua itu adalah metode lama yang telah ditinggalkan baik bagi para pelaku usaha maupun target konsumennya.

Dengan hadirnya influencer marketing sebagai bagian dari strategi digital marketing, maka sudah jelas hal ini cukup berdampak baik bagi para pelaku usaha, diantaranya adalah meningkatkan brand awareness bagi para pelaku usaha yang baru memulai usahanya, jangkauan target konsumen yang pastinya sangat luas (mengikuti jumlah follower sang influencer tersebut), dan juga pilihan biaya yang beragam dan cenderung terjangkau, selama pemilihan influencer tersebut disesuaikan dengan budget yang ada.

Adapun untuk jenis-jenis dari influencer marketing sendiri sebenarnya hanya terletak pada jumlah sedikit-banyaknya pengikut yang mereka miliki, yang dapat dikategorikan ke dalam 3 kategori umum yang akan dijabarkan dibawah ini:

  1. Micro influencer

Adalah influencer yang memiliki jumlah pengikut kisaran 1.000 sampai dengan 10.000 real account. Biasanya yang termasuk ke dalam micro influencer ini adalah seorang blogger, vlogger, maupun influencer lokal yang memiliki profesi tertentu (contohnya fotografer, model, atau penulis).

  1. Macro influencer

Macro influencer adalah seorang atau sekelompok influencer yang memiliki jumlah pengikut kisaran 10.000 hingga 1.000.000 real account. Orang-orang yang termasuk ke dalam kategori makro ini biasanya tak jauh dari selebritas atau vlogger ternama.

  1. Selebgram influencer

Tak terlalu jauh dari pengertian macro influencer, untuk selebgram influencer sendiri adalah seorang influencer yang memiliki pengikut atau followers setia yang biasanya berjumlah jutaan real account. Pengikut dari selebgram influencer ini biasanya adalah tipikal pengikut setia dan selalu tak melewatkan setiap postingan aktifitas dari sang seleb tercinta. Strategi digital marketing dengan menggunakan media selebgram ini juga menghasilkan output yang cukup menggiurkan, dikarenakan jangkauan followers beserta sifat mereka yang setia terhadap sang selebgram tersebut dapat berdampak positif terhadap penawaran produk/barang/jasa yang sedang dipromosikan.

 

Jika kita berbicara mengenai strategi digital marketing, maka influencer marketing-pun pastinya tak luput dari yang namanya kekurangannya sendiri. Kekurangan, atau mungkin lebih tepatnya tantangan yang perlu diperhatikan sedalam mungkin, yang bisa ditemukan jika pelaku usaha menggunakan strategi ini yaitu sang influencer yang tidak cukup sesuai dengan nilai-nilai yang dibawa oleh perusahaan atau promosi dari produk/barang/jasa tersebut. Artinya apa? Artinya adalah pencarian dan pemilihan seorang influencer tidaklah dengan serta-merta asal comot lalu asal jadi sebuah promosi. Pelaku usaha/pebisnis yang cermat harus pandai menentukan siapa yang akan menjadi “wajah” bagi perusahaan mereka, apakah “wajah” tersebut memiliki setidaknya nilai-nilai pemahaman yang sama dengan company value atau tidak. Dan hal ini jika tidak diberikan porsi fokus yang sesuai, maka ditakutkan akan menjadi boomerang bagi sang pelaku usaha penyewa influencer marketing tersebut.

Bagaimana, menarik bukan strategi yang satu ini?

meliana

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed